Home » , » Perbedaan Antara EQualizer dan Compresor plugin ozone

Perbedaan Antara EQualizer dan Compresor plugin ozone

Pernahkah kalian menggunakan ozone plugin untuk mastering ? baik versi 4 - 5, dan kini telah direlease versi 6.1. Yang mana didalam Vst ozon untuk mastering ini menyediakan fitur Equalizer, reverb, stereo imager, dan fitur lainnya yang mendukung proses mastering audio. Semua fitur tersebut tentunya sangat penting agar kualitas suara lagu jadi bagus. Pada kenyataanya agar proses mastering audio mendapatkan hasil seperti yang kita inginkan ada baiknya harus memahami perbedaannya. Salah satunya adalah perbedaan antara Eq dan compresor, ini sering kita jumpai pada Vst plugin effec.

Perbedaan Antara EQualizer dan Compresor pada ozone:

Equalizer adalah prosesor linier, yang berarti proses terus menerus secara independen pada audio / lagu. Sebuah kompresor, bagaimanapun, adalah non-linear, bereaksi terhadap kedua sinyal input (relatif terhadap threshold / ambang batas) dan attack kompresor dan melepaskan balistik.

Perbedaan Antara EQualizer dan Compresor plugin ozone

Dengan kata lain: Sebuah EQ secara konsisten memotong dan meningkatkan frekuensi tertentu sepanjang lagu ( misalnya memotong frekuensi low pada snare), sementara kompresor dinamis mempengaruhi tingkat semua frekuensi di seluruh suara lagu. Misalnya frekuensi low, mid, hight, pada lagu. Semuanya akan di proses agar lebih baik keluaran suaranya oleh compressor. Yaitu pada mode Dynamic di ozone yang berfungsi sebagai compressor,

Dynamic Compresor pada plugin ozone

Multiband Compressor memiliki kemampuan yang ditambahkan untuk secara dinamis mempengaruhi tingkat rentang frekuensi tertentu menggunakan crossover. Persamaan dynamic memanfaatkan konsep ini, tapi filter Crossover dengan bentuk EQ filter tradisional.

Antarmuka Dinamis EQ pada plugin ozone ( tombol pengaturan) memungkinkan kita untuk menyesuaikan frekuensi, gain, dan bandwidth dari filter, dengan kontrol tambahan umum dalam kompresor seperti pada fungsi threshold, attack, dan release. Kombinasi ini memungkinkan kita menyempurnakan pergerakan pengolahan yang paling sesuai dengan audio yang sedang kita olah. Apa yang kita dengarlah yang mendasari sebagai informasi atau memotong filter EQ, sehingga merespon audio secara dinamis dalam cara yang lebih musikal dari EQ statis. Di kutip dari penjelasan mastering engineer, Jonathan Wyner.

Penerapan Eq dan Dynamics pada ozone untuk mastering lagu :

Sebagai contoh jika kita menggunakan preset punchy dynamics pada ozone 5 yang pernah Ane bahas sebelumnya ( baca mastering lagu memakai ozone). Maka keduanya aktif ( Equlizer dan dinamics), jadi pada saat digunakan jika dynamic aktif maka akan bertindak sebagai compressor yang akan mengolah semua suara lagu, baik low, mid, hight ( band 1 - 4 ). Dan Equalizer kita gunakan untuk proses cuting frekuensi tertentu yang menurut kita kelebihan atau kurang bagus hasilnya.

Apa eq dan dynamics harus digunakan semua ?

Ini tergantung bagaimana keluaran suara pada saat kita gunakan dalam mastering lagu. Kadang Ane aktifkan keduanya, dan terkadang hanya Dynamics saja karena suara lagu sudah bagus jadi tidak perlu membuang frekuensi yang tidak perlu menggunakan Equalizer. Ini tergantung juga pada kuping kita sendiri, apakah perlu atur eq atau pada dynamics ( mid n side).

Buat ente tentu akan berbeda penerapan pada saat mastering lagu. Perlu diketahui bahwa jika menggunakan preset punchy dynamic fungsi Equalizer dalam kondisi mode ON, tapi di bypass, dan kita kita perlu aktifkan dengan klik bypass. Jika ingin digunakan untuk cut frekuensi. Jadi begitulah kira - kira perbedaan antara equalizer dan compressor pada ozone, mungkin juga untuk lainnya.

Hendryal
Hendry Al Updated at: 16.49

0 comments:

Poskan Komentar

Thank for your comment, bro ! Di larang mencamtumkan link hidup. Bantu share articlenya ke teman lainnya.