Home » , » Mastering lagu : Plugin Ozone Vs Multiband compressor , mana yang bagus ?

Mastering lagu : Plugin Ozone Vs Multiband compressor , mana yang bagus ?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa agar kualitas lagu bagus sebelumnya harus melalui proses mixing dan mastering yang cukup detail. Ada banyak vst plugin di luar sana yang banyak di gunakan para sound engineer, dan salah satunya adalah yang sangat populer yaitu Izotope ozone. Masing masing Vst plugin punya cara kerja sendiri dan menghasilkan karakter suara yang berbeda.

Seperti yang sudah Ane lakukan testing mastering dengan menggunakan izotope ozone 5 dan multiband compressor (bawaan Fl studio ). Kadang juga pake maximus ( plugin recommended dari Fl studio untuk mastering ). Pada plugin Multiband compressor ada presset untuk mastering lagu. Jadi bisa dimanfaatkan buat mastering lagu project Ente

Dari hasil testing ada kesimpulan yang bisa Ane ambil setelah memakai keduanya dimana perbedaan kualitas lagu sangat terdengar jelas. Pernah memakai ozone atau multiband compressor ?

Plugin Ozone Vs Fruity Multiband compressor, mana yang lebih bagus ?

Untuk mastering lagu, jawabannya keduanya sama sama bagus asalkan bisa mengatur dan mengolah fitur yang ada, terutama pada fitur pengaturan Equalizer. Sebagai gambaran lagu clarity yang ane remix, ini masteringnya hanya memakai multiband compressor bawaan Fl studio, di master mixer.

Pake multiband compressor :



Pake multiband compressor memang suaranya tebal dan lebar, tapi tetap butuh kejelian saat mixing sound per channel instrumen, kalau salah setting hasilnya suara jadi terdengar ngegulung kalau diputar di sound sistem besar. Ini sih pengalaman Ane mastering lagu pake multiband Compressor bawaan Fl studio, dengan memilih presset mastering 2 - 6 db yang ada di dalam vst plugin ini. Juga lebih mudah mengatur /seting Low, mid, hight, karena simple fiturnya seperti gambar dibawah. Sinyal suara terlihat jelas. Buat newbie plugin ini cocok untuk latihan.

Mastering lagu : Plugin Ozone Vs Multiband compressor


Menggunakan Plugin mastering Ozone 5

Nah, kalau lagu Medina - You and I, Ane mastering memakai Vst izotope ozone, presset house basic. Hanya melakukan setingan sedikit pada ozone agar loudnya dapat. Ini vst external Ya " jangan cari didalam Fl studio effect nggak bakalan ada. Harus download dulu.




Menurut Ane kelebihan ozone sangat banyak. Susah juga ane neranginnya nggak paham istilah dunia sound enginer. Cuma modal kuping dan sedikit teknik olah eq saja. Pokoknya gini deh..jika pake ozone pada frekuensi low, mid, hight, pada lagu lebih berasa ( balance ). Hasilnya stereo banget, gain, clean, tebal dan padat. tapi tetap selama menggunakan ozone harus di mixing dulu / balancing.

Dengarkan saja lagu di atas lebih jelasnya...rasakan dan bedakan. Cara mastering memakai ozone 5 di sini, untuk lagu dj house.

Jadi kesimpulannya :

Untuk lebih jelas mengetahui mana yang bagus, kita harus tes keduanya. Caranya letakkan di master mixer Plugin ozone 5 dan Multiband compressor. Play..bisa dimulai dari plugin ozone dulu, tapi matikan Multiband compressor. Dengarkan dengan teliti suaranya agar bisa menganalisa bagus atau tidak jika memakai ozone.

On / off plugin
Kemudian matikan ozone. Lalu gantian hidupkan Multiband compressor-- Play project dan dengarkan kembali dengan teliti seperti apa suara lagunya.  Nah dengan cara ini kita akan tahu mana yang bagus. Jika setelah di tes lebih bagus memakai multiband Compressor, maka plugin ozone tidak perlu. Dan sebaliknya. Ini hanya untuk eksperimen saja agar ketemu plugin yang tepat.

Bagaimana jika dipake keduanya saat mastering lagu ?

Silahkan saja. Tapi pengalaman Ane biasanya lagu jadi over, kegedean loudnya dan jadi pecah / sember. Kadang juga malah mendem karena di tahan oleh fitur compressor kedua plugin. Jadi saran Ane kalau mau mastering lagu pake ozone plugin ya gunakan itu saja, dari pada over. Juga untuk menghindari Laptop / Pc jadi berat, bahkan bisa crash Fl studionya. Banyak plugin yang digunakan beban ram dan processor makin tinggi.

Hendryal
Hendry Al Updated at: 18.33

4 comments:

  1. iya mas, kalo saya sih lebih suka Ozone 5/6 ama Maximus/Limiter daripada multiband compressor
    soalnya kalo pake multi, susah & gk ngerti, kalo pake Maximus/Limiter lebih gampang
    karna GUI-nya mudah dipahami

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul..butuh skill tingkat tinggi kayaknya kalo pake Multiband..lebih mudah limiter or maximus

      Hapus
  2. gan oot ni. kalo effect buat mempercepat bit pada saat mau ke klimaks pake apaan ya gan. #ask

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fill in samples kali maksud ente bukan effect.. cari aja samples khusus drum fill, ini khusus untuk naik " ultimate Fills vol 1

      Hapus

Thank for your comment, bro ! Di larang mencamtumkan link hidup. Bantu share articlenya ke teman lainnya.